Senin, 31 Desember 2012

Belajar dari Anak Panah



Dalam hidup memang nggak pernah lepas dari masalah. Mau dari bayi sekalipun nyampe kita jadi aki-aki gak bakal lepas dari yang namanya masalah. Mungkin saat kita udah bisa nyelesain masalah yang kemarin jangan harap kita setelah itu bisa bebas. Kalo kita besoknya mati mungkin bisa terlepas dari masalah “dunia” namun apapun yang kita lakukan tetap dipertanggungjawabkan di akhirat dihadapan Allah yang maha mengadili.

Pasti kita pernah melihat anak panah. Yang bentuknya panjang dan ujungnya tajam. Kita sama 
seperti anak panah itu. Bisa menjadi apa saja berdasarkan kemampuan kita atau mendapatkan apa saja yang kita inginkan. Namun saat panah itu ditarik kebelakang, semakin jauh dari keadaan normal. Ibarat kita sudah mempunyai kehidupan yang nyaman, prestasi yang gemilang, kerja ditempat yang kita inginkan, kekuatan saat sehat, dan kenikmatan yang lainnya namun kita mendapatkan kesengsaraan, dikeluarkan dari tempat kerja yang kita cintai, sakit yang terus menerus, jatuh dari prestasi yang biasa kita dapatkan, atau ditinggal oleh orang yang kita cinta. Pasti kita merasakan sakit dalam hati kita kenapa kita mendapatkan cobaan yang begitu berat. 

Namun selama panah itu masih di tarik kebelakang bukan berarti kita harus meratapi betapa jatuhnya kita. orang di luar sana sama dengan kita punya masalah. Namun setiap orang mempunyai masalah yang volumenya berbeda-beda. Mungkin ada yang volumenya kecil, sedang ataupun sangat berat. Dan volume masalah setiap orang selalu di atur oleh Allah s.w.t yang maha pemurah. Karena Allah mengetahui kelebihan dan kekurangan kita, jadi Allah memberikan volume masalah sesuai kemampuan orang tersebut.

Namun selama panah itu masih tetap ditarik ke belakang apakah Allah tinggal diam. Tidak, Allah itu selalu mengawasi kita setiap saat. Mungkin kita akan berfikir kenapa kita bisa mendapatkan masalah, apakah Allah murka dengan kita?, apakah Allah sudah tidak sayang dengan kita?
Allah selalu sayang dengan kita. sebenarnya dalam keadaan apapun Allah selalu memberikan cobaan. Saat sedang kaya harta Allah memberikan cobaan kepada kita untuk menggunakan harta itu dengan baik, saat sedang miskin Allah memberikan cobaan kepada kita untuk sabar atau tidak.

Jika panah itu masih ditarik kebelakang, lihatlah amanah dari cobaan tersebut mungkin saat kita mendapatkan cobaan tersebut akan mendapatkan sesuatu yang lebih gemilang dari yang kemarin saat panah itu sudah di luncurkan ke depan.

Saat panah sudah dilempar ke depan pastinya dia akan meluncur cepat, jauh dan tertancap kuat. Sama seperti kita juga. Saat kita terlepas dari masalah pasti kita akan bangkit lebih kuat dan pasti akan lebih berhasil dari hal yang kemarin.
Saat semua itu berjalan dari saat kita biasa-biasa saja, mendapatkan cobaan setelah itu kita bingung mencari jalan keluar kita harusnya mensyukurinya karena semua itu akan mengalirkan pahala yang luar biasa besar karena kesabaran. 

Seperti kisah salah seorang sahabat rasulullah dulu. Sebut saja fulan (ana lupa namanya^^).

Si fulan ini dahulu hidupnya sangat nyaman mempunyai anak yang banyak yaitu 7. Namun suatu saat si fulan ini kakinya sakit yang sangat parah sehingga saat dia menjumpai rasul, rasul pun berkata “wahai fulan harusnya kakimu ini harus di potong karena sudah parah” akhirnya dengan segala kepasrahan dan keputusannya akhirnya satu kaki pun harus dikorbankan demi kesehatannya. Namun di saat yang sama si fulan ini memiliki kandang kuda dan salah seorang anaknya bermain di kandang kudanya. Dengan izin Allah anak si fulan ini meninggal karena terinjak oleh kudanya. Semakin bertambahlah cobaan yang dia hadapi.
Akhirnya di rumahnya takziyah untuk dua orang, yaitu si fulan karena kakinya sudah diamputasi dan anaknya meninggal. Namun si fulan ini adalah orang yang sangat sabar dan teguh dengan ketetapan Allah. Salah seorang temannya berkata,
“wahai fulan bersabarlah atas musibah yang kau hadapi”
Lalu si fulan ini menjawab dengan wajah yang sangat tegar,
“iya aku bersyukur dengan apa yang aku hadapi sekarang, aku dikaruniai Allah dengan 7 orang anak namun Allah hanya mengambil 1 aku bersyukur Allah masih menyisakan kepadaku 6. Dan aku bersyukur dikaruniai 4 organ tubuh 2 tangan dan 2 kaki namun Allah hanya mengambil 1 kaki aku bersyukur Allah masih menyisakan 3”

Betapa hebat dan teguhnya si fulan itu. Jadi tetap semangat dan bersabar dalam menghadapi masalah. Ucapkan bismillah dan hadapi. Ganbatte Kudasai ^^.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

share your comments here ^^ thank you