Dalam
hidup memang nggak pernah lepas dari masalah. Mau dari bayi sekalipun nyampe
kita jadi aki-aki gak bakal lepas dari yang namanya masalah. Mungkin saat kita
udah bisa nyelesain masalah yang kemarin jangan harap kita setelah itu bisa
bebas. Kalo kita besoknya mati mungkin bisa terlepas dari masalah “dunia” namun
apapun yang kita lakukan tetap dipertanggungjawabkan di akhirat dihadapan Allah
yang maha mengadili.
Pasti
kita pernah melihat anak panah. Yang bentuknya panjang dan ujungnya tajam. Kita
sama
seperti anak panah itu. Bisa menjadi apa saja berdasarkan kemampuan kita
atau mendapatkan apa saja yang kita inginkan. Namun saat panah itu ditarik
kebelakang, semakin jauh dari keadaan normal. Ibarat kita sudah mempunyai
kehidupan yang nyaman, prestasi yang gemilang, kerja ditempat yang kita
inginkan, kekuatan saat sehat, dan kenikmatan yang lainnya namun kita
mendapatkan kesengsaraan, dikeluarkan dari tempat kerja yang kita cintai, sakit
yang terus menerus, jatuh dari prestasi yang biasa kita dapatkan, atau
ditinggal oleh orang yang kita cinta. Pasti kita merasakan sakit dalam hati
kita kenapa kita mendapatkan cobaan yang begitu berat.
Namun
selama panah itu masih di tarik kebelakang bukan berarti kita harus meratapi
betapa jatuhnya kita. orang di luar sana sama dengan kita punya masalah. Namun
setiap orang mempunyai masalah yang volumenya berbeda-beda. Mungkin ada yang
volumenya kecil, sedang ataupun sangat berat. Dan volume masalah setiap orang
selalu di atur oleh Allah s.w.t yang maha pemurah. Karena Allah mengetahui
kelebihan dan kekurangan kita, jadi Allah memberikan volume masalah sesuai
kemampuan orang tersebut.
Namun
selama panah itu masih tetap ditarik ke belakang apakah Allah tinggal diam.
Tidak, Allah itu selalu mengawasi kita setiap saat. Mungkin kita akan berfikir
kenapa kita bisa mendapatkan masalah, apakah Allah murka dengan kita?, apakah
Allah sudah tidak sayang dengan kita?
Allah
selalu sayang dengan kita. sebenarnya dalam keadaan apapun Allah selalu
memberikan cobaan. Saat sedang kaya harta Allah memberikan cobaan kepada kita
untuk menggunakan harta itu dengan baik, saat sedang miskin Allah memberikan
cobaan kepada kita untuk sabar atau tidak.
Jika
panah itu masih ditarik kebelakang, lihatlah amanah dari cobaan tersebut
mungkin saat kita mendapatkan cobaan tersebut akan mendapatkan sesuatu yang
lebih gemilang dari yang kemarin saat panah itu sudah di luncurkan ke depan.
Saat
panah sudah dilempar ke depan pastinya dia akan meluncur cepat, jauh dan
tertancap kuat. Sama seperti kita juga. Saat kita terlepas dari masalah pasti
kita akan bangkit lebih kuat dan pasti akan lebih berhasil dari hal yang
kemarin.
Saat
semua itu berjalan dari saat kita biasa-biasa saja, mendapatkan cobaan setelah
itu kita bingung mencari jalan keluar kita harusnya mensyukurinya karena semua
itu akan mengalirkan pahala yang luar biasa besar karena kesabaran.
Seperti
kisah salah seorang sahabat rasulullah dulu. Sebut saja fulan (ana lupa
namanya^^).
Si
fulan ini dahulu hidupnya sangat nyaman mempunyai anak yang banyak yaitu 7.
Namun suatu saat si fulan ini kakinya sakit yang sangat parah sehingga saat dia
menjumpai rasul, rasul pun berkata “wahai fulan harusnya kakimu ini harus di
potong karena sudah parah” akhirnya dengan segala kepasrahan dan keputusannya
akhirnya satu kaki pun harus dikorbankan demi kesehatannya. Namun di saat yang
sama si fulan ini memiliki kandang kuda dan salah seorang anaknya bermain di
kandang kudanya. Dengan izin Allah anak si fulan ini meninggal karena terinjak
oleh kudanya. Semakin bertambahlah cobaan yang dia hadapi.
Akhirnya
di rumahnya takziyah untuk dua orang, yaitu si fulan karena kakinya sudah
diamputasi dan anaknya meninggal. Namun si fulan ini adalah orang yang sangat sabar
dan teguh dengan ketetapan Allah. Salah seorang temannya berkata,
“wahai
fulan bersabarlah atas musibah yang kau hadapi”
Lalu
si fulan ini menjawab dengan wajah yang sangat tegar,
“iya
aku bersyukur dengan apa yang aku hadapi sekarang, aku dikaruniai Allah dengan
7 orang anak namun Allah hanya mengambil 1 aku bersyukur Allah masih menyisakan
kepadaku 6. Dan aku bersyukur dikaruniai 4 organ tubuh 2 tangan dan 2 kaki
namun Allah hanya mengambil 1 kaki aku bersyukur Allah masih menyisakan 3”
Betapa
hebat dan teguhnya si fulan itu. Jadi tetap semangat dan bersabar dalam
menghadapi masalah. Ucapkan bismillah dan hadapi. Ganbatte Kudasai ^^.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
share your comments here ^^ thank you